27 Februari 2018

Peluang IoT sebagai Masa Depan Bisnis Telco

Posted by Briana from Telin on 2018 Feb 27 08:00:00


Operator telekomunikasi global sekarang menghadapi tren penurunan yang signifikan dalam pendapatan layanan komunikasi dasar mereka sebanyak 30% drop-off di Short Message Service (SMS), 20% untuk voice internasional, dan 15% untuk roaming.

Pada saat yang sama, pemain Over-the-top (OTT), yang menyediakan aplikasi dan konten langsung ke konsumen melalui Internet, meningkatkan prevalensi mereka, bahkan dalam layanan pesan dan suara. Misalnya, WhatsApp, Viber, dan iMessage Apple mewakili lebih dari 80% dari semua lalu lintas pesan, sementara Skype menyumbang lebih dari sepertiga dari semua menit lalu lintas suara internasional. Disrupsi digital, pada kenyataannya, memiliki efek pada bisnis telekomunikasi dan membuat perusahaan lebih rentan terhadap persaingan.

Namun, memasuki Era Digital, perusahaan telekomunikasi rupanya akan bertahan jika mereka mendorong investasi besar dalam meningkatkan layanan data dan infrastruktur seluler, seperti teknologi 5G. Mereka memiliki kesempatan untuk mendapatkan kembali keuntungan dengan memonetisasi big data yang mengalir melalui jaringan mereka.

Bisnis Telco di Masa Mendatang

Di tahun-tahun mendatang, 90 juta orang di dunia akan tinggal di rumah pintar yang dilengkapi oleh sekitar 50 miliar perangkat dari mobil hingga peralatan rumah tangga yang terhubung ke Internet. Setiap perangkat menjadi digital dan diberi nama perangkat pintar.

Mobil pintar Anda akan mengirim pesan ke ponsel pintar Anda untuk mengingatkan Anda untuk pemeriksaan tingkat emisi. Kamera keamanan internal Anda secara otomatis menangkap snapshot yang diperbesar dan langsung mengirim gambar ke ponsel pintar Anda, ketika orang asing masuk tanpa izin ke rumah Anda.

Itulah yang disebut Internet of Things (IoT). Istilah ini pertama kali diciptakan oleh para peneliti di Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada akhir 1990-an untuk menggambarkan lingkungan yang memungkinkan orang untuk hidup dengan semua perangkat yang terhubung dari jarak jauh ke Internet. IoT pasti akan mengubah cara kita menjalani hidup kita.

Sebuah situs bisnis yang berkembang pesat, Business Insider (BI), menyebut IoT sebagai revolusi industri berikutnya karena akan mengubah cara semua bisnis, pemerintah, dan konsumen berinteraksi dengan dunia fisik. BI mencatat hampir $6 triliun akan dihabiskan untuk solusi IoT selama lima tahun ke depan.

Perusahaan riset teknologi yang berbasis di AS, Gartner, memprediksi bahwa pada tahun 2020 akan ada $309 miliar dalam peluang pendapatan tambahan untuk pemasok IoT. Dengan angka-angka ini, tidak diragukan lagi bahwa IoT bukan hanya tren, namun merupakan masa depan industri telekomunikasi.

Konektivitas adalah kata kunci bisnis, karena Internet membuat perangkat pintar bekerja dengan baik. Itulah sebabnya telekomunikasi adalah pusat dari IoT.

IoT pasti menghasilkan sejumlah besar data yang tak tertandingi, yang nantinya dapat menyebabkan kerusakan pada infrastruktur Internet. Dalam tiga tahun ke depan, ledakan perangkat yang terhubung akan menciptakan triliunan sumber data baru secara global. Volume data akan tumbuh secara signifikan per tahun dan mendorong melalui Exabyte masuk ke Zettabyte yang disebut dengan big data.

Cloud menjadi hal penting dalam sistem IoT. Umumnya, IoT bekerja dengan platform sebagai perangkat lunak yang menghubungkan segala sesuatu dalam sistem dan memfasilitasi komunikasi, aliran data, dan manajemen perangkat. Perangkat lunak ini disematkan di aplikasi cloud, yang berfungsi untuk memproses dan menganalisis  data sebelum diubah menjadi informasi yang akan dikirim ke antar-pengguna.

Cloud memberikan lebih banyak manfaat seperti penurunan biaya infrastruktur, komputasi yang terjangkau, skalabilitas, penyimpanan data besar, fleksibilitas untuk mengakses, dan pemulihan bencana. Singkatnya, Cloud saat ini, menjadi teknologi yang paling efisien untuk mendukung IoT.

Selain itu, IoT berbasis cloud akan menciptakan komunitas vendor dan perusahaan yang terhubung satu dengan yang lain melalui aliran data untuk memonetisasi transformasi digital. Dengan cara ini, IoT akan menjadi bisnis yang berkembang untuk tahun-tahun berikutnya. Ini menawarkan pasar yang tak terbatas untuk telecom carriers, providers, data centers, apps developers, content companies, dan lain-lain.

BATIC 2018

Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2018 telah membahas hal ini dalam konferensi yang berfokus pada IoT dan cloud enablement. BATIC merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Telkom Indonesia International (Telin) sebagai kontribusi kepada masyarakat, untuk memberikan wadah pertukaran informasi tentang perkembangan industri.

Acara ini bertujuan untuk menyampaikan tujuan Telin untuk go-digital, meningkatkan layanan terhadap pelanggan, memperkuat hubungan dengan pelanggan, dan juga meningkatkan kapabilitas. Telin  telah berfokus pada penerapan transformasi digital untuk mendukung visinya menjadi global digital hub. 

BATIC dikenal sebagai tempat untuk pertukaran pembaruan dan konferensi, yang dilengkapi dengan budaya Bali asli Indonesia. Konferensi sebelumnya pada tahun 2017 berhasil memberikan perhatian pada komunitas telekomunikasi global karena dihadiri oleh 300 peserta dari 122 perusahaan di seluruh dunia.

BATIC 2018 akan mengangkat tema Unlocking Opportunities in the Borderless Digital World. Suasana acara yang berfokus pada digital, penuh dengan budaya kontemporer Indonesia Timur. Kami mengundang kepada seluruh partner global dan domestik mulai dari wholesale carriers, data center, OTT, content companies, analyst, vendors, dan regulators.

Jika Anda memiliki lebih banyak pertanyaan, silahkan mengunjungi  http://batic.events untuk menemukan informasi lebih lanjut tentang acara tersebut.


Briana from Telin

Written by Briana from Telin

Briana is member of Telin Marketing Team, taking part in a lot of digital marketing aspects, experts in responding to your inquiry and assigning to the right Telin representative.